Tradisi baritan adalah acara khas yang digelar setiap malam 1 Muharam atau 1 Suro oleh masyarakat Desa Wonosari, Pegandon, Kabupaten Kendal. Malam pergantian tahun Hijriah ini menjadi momen sakral bagi warga desa. Tradisi ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, orang dewasa, sampai anak-anak. Tidak ada yang tertinggal, karena baritan dianggap sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur atas tahun yang telah dilewati dan menyambut tahun baru yang akan datang.
Kumpulnya warga biasanya dilakukan di pertigaan atau perempatan jalan. Di sana mereka menggelar tikar, membawa makanan, lalu makan bersama sambil bersilaturahmi. Namun intinya bukan sekadar makan bersama. Setelah hidangan tersaji, seluruh warga kemudian melaksanakan doa bersama. Doa itu dipanjatkan agar selama satu tahun ke depan warga desa Wonosari diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan. Lewat baritan, nilai gotong royong dan kebersamaan warga Wonosari tetap terjaga dari generasi ke generasi.