Kegiatan

Pelaksanaan Kegiatan Petani Milenial di Wonosari "Dorong Agroforestri dan Penguatan Infrastuktur Pertanian

Wonosari – Kegiatan temu bersama Tim Ahli Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka pelaksanaan program Petani Milenial berlangsung di Desa Wonosari dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, legislatif, kelompok tani, hingga organisasi masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pertanian berkelanjutan melalui program agroforestri dan pemberdayaan petani muda.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Wonosari, Mukalil, Kepala Desa Sudipayung, Yusuf, Ketua Komisi C DPRD, Sisca Meritania, Tim Ahli Kementerian Pertanian, Rendra, Ketua LMDH Wonosari, serta perwakilan organisasi Genta Pangan Kendal. Hadir pula berbagai unsur masyarakat dan petani yang mendukung pengembangan pertanian di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu disampaikan kerja sama antara PT Pupuk Indonesia dengan LMDH Desa Wonosari melalui program agroforestri, yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan dengan mengintegrasikan tanaman kehutanan dan pertanian secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Desa Wonosari, Mukalil, menyambut baik pelaksanaan kegiatan Petani Milenial yang dinilai dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian modern. Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi modal penting dalam menciptakan pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Sementara itu, Tim Ahli Kementerian Pertanian, Rendra, menjelaskan bahwa program Petani Milenial merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong regenerasi petani sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Melalui pendampingan, pelatihan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkan lahir petani-petani muda yang inovatif dan mampu menjawab tantangan sektor pertanian di masa depan.

Pada sesi dialog dan tanya jawab, Abdillah selaku perwakilan dari LMDH Wonosari menyampaikan usulan penting terkait kebutuhan infrastruktur pertanian. Ia mengusulkan pembangunan embung di tengah kawasan pertanian sebagai sarana penampungan air yang dinilai sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan stabilitas hasil panen para petani.

“Keberadaan embung sangat penting untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau. Hal ini akan sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlangsungan usaha tani,” ujar Abdillah.

Selain itu, Abdillah juga mengusulkan agar embung yang dibangun nantinya dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar. Menurutnya, pemanfaatan embung secara multifungsi tidak hanya mendukung kebutuhan irigasi, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani dan masyarakat sekitar.

Usulan tersebut mendapat perhatian dari para peserta yang hadir dan dinilai sejalan dengan semangat pengembangan pertanian terpadu dalam program MPTN. Dengan adanya dukungan infrastruktur yang memadai serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan program Petani Milenial di Wonosari mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dan mendukung berbagai program pertanian yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan petani di Desa Wonosari dan sekitarnya.

Share :