WONOSARI – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Wonosari kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima. Kali ini, pertemuan malam ibadah dan silaturahmi tersebut dipusatkan di musholla Baitulloh Dusun Tegalsari, Desa Wonosari.
Acara keagamaan ini dihadiri oleh puluhan jamaah, mulai dari jajaran pengurus NU, seluruh warga Nahdliyin, hingga masyarakat umum di sekitar Dusun Tegalsari. Kehadiran para kiai dan tokoh agama se-Desa Wonosari turut menambah kekhidmatan dan keberkahan suasana malam itu.
Sejak awal acara, antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Rangkaian kegiatan diawali dengan amaliah khas warga Nahdliyin, yaitu pembacaan surah Yasin, Tahlil, Istighosah, dan lantunan salawat secara berjamaah. Gema zikir dan doa bersama ini ditujukan untuk keselamatan bangsa, negara, serta keberkahan bagi seluruh warga desa.
Memasuki acara inti, panitia menghadirkan KH. Yusuf Jufri dari Penanggulan untuk menyampaikan mauidhoh hasanah (nasihat keagamaan). Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga tradisi Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) serta memperkuat persatuan antarwarga di tengah tantangan zaman.
"Lailatul Ijtima bukan sekadar ruang berkumpul, melainkan wadah untuk menyatukan hati, memperkuat benteng keimanan, dan mengokohkan organisasi NU di tingkat akar rumput," ujar KH. Yusuf Jufri dalam penyampaiannya.
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para kiai sepuh Desa Wonosari, dilanjutkan dengan ramah tamah antarwarga.